Tak ada ketenangan dalam batin kala menyadari ia tak menyapaku
Dan aku tak mampu mengubah keputusannya
Walau keinginan itu menguasai benakku
Kangmaz adakah kau mengetahui bahwa malam ini...hari ini
Aku benar-benar tersiksa tanpa kehadiran suaramu
Ingin berontak dari keputusanmu
Namun aku tak ingin membuat dirimu lebih tersiksa oleh keegoisan
Kangmaz mungkinkah dirimu merindukan jiwaku
Apakah malam ini kau juga merasakan apa yang terlinta dalam benakku
Ataukah kau tertidur lelap dalam rangkulan gelapnya malam
Tuhan mengapa ini selalu terjadi pada kehidupanku
Tuhan apa yang aku lakukan agar jiwa tak terlalu berharap pada maya
Tuhan mohon berikanlah penerangan pada sanubari insanMU ini
Aku tak mampu mengenyahkan bayangan raut wajahnya
Tuhan izinkan insanMu ini menikmati kebahagiaan hingga akhir jaman
Berikanlah insanMU ini kesempatan untuk dapat merangkul raganya dalam kedamaian
Tanpa harus menoreh goresan kalbu
Tuhan yakinlah bahwa ia tercipta untuk kehidupan insanMU ini
Tuhan lelapkan jiwa ini hingga pagi nan cerah menyambut sang surya
Dan Tuhan bukakan sanubari insanMU ini untuk menerima segala keputusanMU
Semoga....
Wahai lelaki di ujung belahan dunia
Dapatkah aku menyapa dirimu
Duhai lelaku pilihan Tuhan
Mungkinkah aku dapat merasakan kehangatan jiwamu
Merangkul ragamu sembari bersendagurau
Dimanakah engaku berada
Dapatkah aku menyapa dirimu
Duhai lelaku pilihan Tuhan
Mungkinkah aku dapat merasakan kehangatan jiwamu
Merangkul ragamu sembari bersendagurau
Dimanakah engaku berada
Lelah mata ini mencari keberadaanmu
Lemah jiwa ini menunggu kehadiran dirimu
Apakah kau bahagia disana
Menyendiri atau telah bersama yang lain
Bila mampu, ingin menyusul ke tempat kau berpijak
ingin rasanya aku singgah dan menetap bersamamu
Merasakan kebahagian bersamamu
Dapatkah aku mengatakan kepadaku
Dimanakah kau selama ini?




