KoRi cartoon

SALAM HANGAT UTK KWN-2 YG MENGUNJUNG KoRi BLOGSPOT. ;-D

KATA-2 BIJAK ISLAMI:"Bolehkah aku memilih hidupku? Bahagia, senang dari kecil hingga dewasa. Tak ada duka nestapa & lara. Tak ada musuh, teka-teki & persoalan. KataMU, itu berarti tak ada warna". KUTIPAN DARI KAHLIL GIBRAN :"Anda mencintai dia bukan karena dia mencintai anda tapi karena anda memberi izin kepada diri anda untuk mencintainya". "Percayalah kepada ibumu, tidak rasa dendam sdikitpun dihati seorang ibu".

KoRi fav

KoRi  fav
LIFE


Kerinduan yang tiada ujung.
Segalanya terasa menyesakkan dada.
Dan aku dirundung takut untuk mengungkapkannya.
Hanya rintihan dan airmata yang sanggup terurai.

Salahkah bila aku merasa ia menjauh.
Seolah aku tak mengenal dirinya.
Dan akupun tak dapat mengenali diri sendiri.

Apakah cinta ini telah mengubahku?

Mengapa cinta ini tak nyaman?

Namun aku tak mungkin membuang rasa ini.
Aku tak mungkin hidup tanpa cintanya.
Walau kutahu harus mengorbankan perasaan.

Aku hanya bisa berharap,
'Kan kutemui satu jawaban diujung penantian ini.
Entah sampai kapan.

Hanya TUHAN Yang Maha Mengetahui.

Critanya nyambung lagi nweh. :-D .

Sampai akhirnya aku bisa melupakannya karena aku mulai berusaha mencari pekerjaan baru. Dan tahu nggak!! Disana aku bertemu dengan seseorang yang baik hati dan perhatian. Sebut saja namanya “Anto”. Usianya tak jauh terpaut denganku. Hanya beda bulan. Dan kala itu aku belum mendapatkan pekerjaan baru. Dengan bantuan dia dan kakaknya, akhirnya aku dapat kerja kembali. Di gedung yang sama. Di lantai yang sama saat pertama kali aku bekerja. Hanya beda counter. Aku bekerja di perusahaan sepasang suami istri yang berdomisili Bandung. Mereka memproduksi lampu – lampu kayu dari limbahan. Karya – karya yang spektakuler. Aku kagum dengan hasil karya bossku. Selama dua tahun, aku bekerja pada mereka. Tahun pertama, aku ditempatkan di sebuah mall di kawasan Pondok indah, dengan jam kerja yang full, dari jam 9 pagi sampai 9 malam. Buatku jam kerja tak jadi masalah. Yang jadi masalahnya, teman rekan kerjaku. Sebut saja namanya, “Lek”. Dari pertama aku berkenalan dengannya, feelingku mengatakan, “kayaknya aku nggak bakal klop dengan dia deh”. Pasalnya dia selalu berusaha menjatuhkan imageku di depan teman – temanku yang lain. Kami bekerja tim, 6 orang. Dan teman kerjaku cowok semua. Hanya aku saja yang beda jenis kelamin. Kukira bekerja dengan lawan jenis akan mengasyikkan. Ternyata!!! Tergantung personalnya juga seeh. Sialnya aku bekerja dengan seseorang yang tidak suka persaingan sehat.

Awalnya aku merasa tidak betah bekerja dengan seseorang yang menikam dari belakang. Namun berkat nasehat kedua orang tuaku, aku tetap bertahan. Dan akhirnya aku terbebaskan dari suasana kerja yang tidak mengenakkan itu. Di bulan ke enam, Boss memindahkanku ke Blok M. masih di mall juga. Dan aku masih mendapat rekan kerja cowok lagi. Sebut saja namanya “Hari”. Kali ini system kerjanya shift – shiftan. Perjanjian dari awal, kami bisa mengatur jadwal kerja sesuai kebutuhan. Bisa seminggu sekali masuk pagi. Dan minggu berikutnya masuk siang. Atau bisa juga dua hari masuk pagi. Dihari berikutnya masuk siang. Yach cincai lha. Hehehe. Selama suasana kerjanya sehat, buatku tak jadi soal. Dan liburnya pun bisa request. Oia sampai lupa. Mengejar cinta. Hubunganku dengan Anton berjalan mulus. Kami semakin sering ketemu. Kami sering meluangkan waktu untuk makan siang bareng di kantin. Dan menjelang setahun aku bekerja disana, hatiku luluh lantah kembali. Anto ternyata hanya menganggapku sahabatnya. Teman berbagi suka dan duka. Ternyata dia menyukai seorang gadis, yang kebetulan masih satu lantai dengan kami. Kesan pertama melihat gadis itu, aku tidak menyukainya. Bukan karena dia merebut Anto dariku tapi lebih merasa dia bukan cewek yang cocok buat sosok Anto. Tapi aku bukan Tuhan yang menentukan jalan kehidupan seseorang. Jadi teringat seorang teman yang mengingatkanku dengan kata - kata yg menyentuh hati. "jika kamu mendengki orang lain karena kamu mengira bahwa yang dimilikinya adalah bagian kamu, maka kamu adalah orang jahil. Sebab, apa yang telah ditentukan untuk kamu itu tidak akan lepas ke tangan orang lain. Melainkan pasti akan kamu dapati". Secara perlahan dan pasti, Anto menjalin kasih dengannya. Dan semakin hari, hubungan kami semakin menjauh. Aku kehilangan seseorang kembali. Hatiku menangis tapi berkat sahabat – sahabatku yang selalu menghibur, aku kembali ceria. Oo betapa menyenangkan memiliki sahabat – sahabat seperti Tince, Linut, Cimonk. Mereka tak pernah bosan menemani dan menasehatiku.

Sayang kami harus berpisah. Salah seorang sahabatku hendak pergi ke luar negeri, Jepang. Sebuah perjalanan yang telah ia tunggu – tunggu. Disana ia menikah dengan sanak saudara jauhnya. Dengan perayaan yang sangat sederhana, sahabatku akhirnya menikah. Alhamdulillah meskipun sahabatku jauh dariku, kami selalu komunikasi via handphone, email dan chatting. Itulah pertama kali aku mengenal dunia maya. Tahun 2006, keponakan membuatkanku sebuah akun email sekaligus chatting. Dan disana pula aku mengenal cinta berikutnya. Dari sebuah email nyasar, aku mengenal seseorang. Sebut saja namanya “Rahmat”. Pada awalnya, aku tidak menggubris inbox darinya. Penundaan demi penundaan balasan email aku lakukan. Jadi salah bila ada orang yang menganggapku mengejar – ngejar dia. Sejak awal aku membaca inboxnya, hati tidak percaya kalau ia seseorang yang mampu membuka hatiku. Tapi tiba – tiba ada perasaan penasaran dalam hati. Dan akhirnya aku memutuskan membalas emailnya. Isinya singkat. Hanya menanyakan darimana ia tau id emailku. Ternyata itu merupakan penderitaan yang tak pernah kuduga. Karena email itu, jalan hidupku berubah. Yang dulu aku seorang yang pendiam dan pemalu langsung berbalik 180’. Ternyata dia suami orang yang NB sedang bermasalah dengan istrinya. Mereka hidup terpisah kota dengan empat orang anak. Bodohnya aku baru mengetahui saat aku mulai menyukainya. Aku telah menaruh harapan padanya. Tapi aku terselamatkan oleh teguran alm bapakku. “Ndu, apa nggak ada cowok lain. Dia plin – plan. Nggak cocok dengan kamu. Yach ayah yakin kamu bisa masuk dalam keluarganya tapi ayah tidak yakin apa dia bisa membahagiakan kamu”. Itu suatu petunjuk dari Sang Pencinta. Sayangnya aku sempat mengabaikan petunjuk itu. Aku tetap berhubungan dengannya hingga dua tahun. Tahun pertama kami resmi berpacaran (padahal aku tidak suka dengan kontek pacaran). Tahun kedua, kami backstreet. Dan di tahun itu segalanya berubah. Aku jadi uring – uringan bila tak mendapat kabar darinya. Aku marah, kecewa dengan sikapnya yang tak memperdulikan perasaanku. Secara hubungan kami sudah lewat dari batas normal. Eit jangan salah. Aku tidak memberikan mahkotaku kepadanya. Hanya menurutku, apa yang pernah kami lakukan melebihi batas norma aja. Kissing, semua udah merasakannya kan?! ;-D. Dan lebih parahnya, aku sudah berani berbohong hanya untuk bisa bertemu dengannya. Tapi buatku itu sungguh gila. Dan akhirnya aku harus kecewa kembali.

Mungkin memang tidak ada kata putus diantara kami. Tapi jelas sekali hubungan kami sudah tidak sehat. Segala cara yang tidak mungkin aku bisa lakukan dulu, dengannya, aku lakukan. Dan imbalannya aku harus menelan penghinaan. Aku disebut – sebut perebut suami orang. Pihak ketiga dalam rumahtangga orang. Itu pengalaman yang sangat hina. Dan lebih hinanya, aku tidak melakukan perlawanan terhadap perlakukannya dan istrinya beserta ipar – iparnya. Kalau aku flashback kejadian itu, aku sungguh bodoh dan tolol!!! Jelas – jelas sahabat – sahabat telah memperingatiku agar tidak terlalu melibatkan diri dalam prahara itu. Tapi saat itu hatiku tengah buta. Hatiku dibutakan oleh janji – janji palsunya. Dia bilang akan menikahiku sebagai istri kedua. Dan untungnya kedua orangtuaku tidak mengetahui rencana gilanya. Hufhhh. Kukira aku dapat melepasnya setelah mengetahui kegombalannya. Tapi aku justru terobsesi olehnya. Aku semakin tak mampu melepaskan diri dari kegombalannya. Oh iya, dia cowok pertamaku secara resmi (tapi sekarang, kelaut aja dweh. Hehehe). Suer dweh, kalau ingat masa – masa itu, malu sendiri. Tapi semua ada hikmahnya. Aku mengambil pelajaran yang positif aja dweh. Akhirnya aku bisa merasakan hubungan beda jenis yang sesungguhnya. Hatiku berdebar –debar saat di dekatnya. Hehehe.

Sampai akhirnya merasa cape sendiri. Aku menyerah pada keadaan karena semakin melawan arus cinta gombalnya semakin batin tersiksa. Aku melepas semua perasaan itu dengan berharap suatu hari aku akan mendapatkan pengganti yang Tuhan siapkan untuk hidupku. Amin. Semoga. Dan mulailah untuk membuka hati kembali. Seorang teman mengenalkanku pada seorang cowok, yang NB juga suami orang. Gilaaaaaa !!! Teman macam apa itu?! Menjerumuskan temannya. Tapi keadaan berbalik padaku. Dia justru menyalahkanku. “Kenapa lo nggak mau gitu ja?!” Helloooo. Gue piker elo seorang teman yang baik, secara, elo itu istri eh mantan seorang istri. Lo nggak takut ya kalo hukum karma menimpa keluarga lo”. Dia malah menjatuhkanku. Mengeluarkan kata – kata yang tak sepatutnya terlontar dari mulut seorang ibu. Dia menghinaku habis – habisan. Dan semua perkataannya kuterima. Aku hanya berdoa, Ya Allah kuatkan aku. Mungkin ini cobaan buatku melangkah lebih dewasa.

Udah dulu ach. Btw, crita ini tidak bermaksud merendahkan seseorang. Ini hanya bagian dari penggal cerita di dunia yang beragam. Mohon maaf bila ada yang tersakiti. & aku selalu menjaga privasi seseorang dengan tidak menyebutkan identitasnya. Terimakasih. Lain waktu disambung lagi. ;-D

Sttsku :
"Seribu tanya memenuhi alam sadarku & benak ini terasa sulit menemukan jawabannya. Emmm kawan, bolehkah Q meminjamnya darimu jika ada kamus yg dpt memecahkan teka-tekiku? Hingga kegundahan hati ini segera tersingkirkan. Semoga dweh".

Komentar dari tmn2 :
"Seribu rasa untuk 1 perasaan, seribu alasan untuk 1 jawaban. Teka - teki hati hanya hati yg diinginkan. Teka - teki hati hanya dia yg diimpikan, tak perlu memakai kamus karena ia hanya dalam pikiran.

Bisikan hatiku memang mengatakan demikian namun terkadang aku terbawa arus kebimbangan yg sulit utk Q enyahkan meski tau setiap tanya punya jawaban.

Arus yg mengalir membuat gelombang tak terkalahkan, tapi paling gak layar yg telah berjalan bisa diketepikan agar kebimbangan & ketakutan tdk membuat smuanya hancur karena gelombang.


Arus itu tak sederas yg terduga. Hembusan angin malam telah membuat layar berkembang. Semoga kebimbangan & ketakutan segera pergi. & aku akan menunggu pergantian musim. Semoga aku dpt bersahabat dg musim.

Musim mempunyai waktu yg berbeda yg tak tau sampai apa akhirnya tapi tak ada salah bersahabat dg musim. Mungkin ia bisa jadi teman yg baik, tapi terkadang musim banyak membuat perubahan tapi musim tak pernah bisa merubah hati. kata hati angin malamlah sahabat terbaik, menyampaikan rasa melalui keindahan & kelembutannya telah banyak manusia terbuai dg angin malam yg membawa ketenangan dlm gelap malam yg tenang untuk kembali menghadapi siang.

Bila cinta menggugah rasa. Takkan hilang bahagia di dada bila cinta menyentuh hati, jangan biarkan dia pergi. Jagalah sampai ajal menjemput diri.

Mungkin musim tak bisa mengubah hati tetapi paling tdk yg kurasakan, musim dpt menghangatkan jiwa & kala malam menjemput, ingin rasanya bersimpuh mengucap pujian-2 atas karuniaNYA.

Asa akan menjaganya dg segenap hati selama tulusnya kasih bersemayam dlm kalbu. & bila ajal telah diambang pintu, semoga cinta ini akan selalu bening, sebening mata air."


Stts lainnya:
"Ya Allah, gantikan kepedihan ini dg kesenangan. Jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan & sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan & padamkan bara jiwa dg air keimanan. Assalamu'alaikum sobat. Bagaimana kabarnya sobat semua hari ini? By renungan inspiratif".

Komentar tmn2:
"Amin ya robb. Kbr baik. Semoga km jg dlm keadaan baik. & berharap disetiap waktu selalu ada renungan yg membuat jiwa semakin dewasa. & semoga perihnya deburan ombak yg menghantam raga akan membawa diri kedalaman kedewasaan jiwa. Amin.

Q tak sanggup bila itu terjadi, semua Q pasrahkan pd Yg Maha Kuasa.

DIAlah Maha mengetahui. Terkadang Qt melupakan rahmat yg telah DIA berikan disetiap hembusan nafas. Ya Tuhan terima kasih atas anugerah yg Engkau berikan di siang ini. Amin.

Ya Allah sirnakan kami dari rasa sedih & duka. Serta usirlah kegundahan dari jiwa kami semua. Kami berlindung kepadaMU dari setiap rasa takut yg mendera Hanya KepadaMU kami bersandar & bertawakal. Hanya kepadaMU kami memohon. & hanya dariMU lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai pelindung, Karena Engkaulah sebaik-baik pelindung & Penolong.

Amin ya Allah. Semoga kesedihan ini akan segera tergantikan. Bila saat itu belum tiba, mohon lapangkanlah hati kami & mudahkanlah jalan kami menuju ridhoMU. Amin".


Stts lain lagi :
"Akan terus menanti hingga kau merasa lelah. Semoga penantian ini berbuah keharuman akan kenangan Qt. & semoga Qt tak menyesali langkah yg tlh Qt tempuh. Aminnn".

Komentar tmn2 :
"Aminnn. amien ya ALLAH. Semoga perjalanan ini dapat selalu kunikmati.

Yuuppzz. Tetap bersabar yaa. Kokoh ujian akan menaikkan derajat Qta. Terus berjuang.

Namun kini Q tahu bagaimana hrs selesaikan semuanya. Q tahu bgmn mengeluarkan gejolak emosi ini. Hanya dg satu cara. Yaitu dg memberikan senyumku pd semua masalah itu & merekapun akan lenyap ditelan kebahagiaan.

Q selalu menginginkan senyuman itu, sebening embun dipagi hari seterang rembulan ditengah malam.

Bintang 'kan selalu memberi sinar di kegelapan mlm. Sebening embun 'kan selalu tampak & lembut. Senyum sang rembulan terlihat maniest. Terimalah dg smua yg ada.
Sudahkah hari ini kamu tersenyum pd seseorang yg kamu sayangi?

Q ingin bintang itu selalu bersinar walau terkadang meredup. Q mau sesejuk embun walau nantinya akan sirna bersama sang siang. Q berharap rembulan 'kan muncul malam ini agar Q dpt menatapnya dg sepuas hati.

Yuupzz. Bintang, rembulan, mentari adl sahabat yg saling memberi & menerima. Slng membutuhkan pd saat wkt nya tiba.

Memberi tanpa berharap menerima. Masih adakah rasa itu dlm hidup ini? Dua insan slg mendukung, mengasihi, menghormati, mengayomi dkk.

Bintang kecil, jgn pernah menyerah pd isak tangis sang hujan yg mencoba tuk melukai indahnya dirimu. Jgn pernah pula salahkah sang awan yg menutupi sinarmu, karena sesungguhnya bagi diriku ataupun sahabatmu, kau selalu terlihat begitu indah.

Oh betapa mengasyikkan dpt menikmati derasnya sang hujan yg membasahi jagat raya. Mungkinkah hujan itu akan selalu datang disetiap kemarau?

Hujan 'kan turun dimalammu ketika kau mengucap rindu pd angin yg menerbangkan dedaunan kering. Hujan 'kan dtg kpdamu ketika kau merasa sendiri ditelan waktu. & ia 'kan dtg dg rinai yg dpt membuatmu tertidur melupakan waktu. Apakah kau sempat melihat pohon-pohon beku menggigil tertimpa angin dimusim ini?

Hujan telah turun membasahi bumi tempat kuberpijak. Saat ini Q sedang menikmati tetesannya sambil merenung. Hujan selalu memberiku semangat baru menyongsong asa baru. & hujan telah menghapus dukaku.

Semoga stlh mlm ini akan kenangan itu akan menjadi cerita indah.

amien ya buuww, Q jg senang bngd dg suatu kjdian ini sbg pelajaran tuk Q.

Jempol tmn2, Terimakasih utk mlm ini. Semoga mlm ini akan terulang kembali".

Itulah sepenggal ceritaku pd malam minggu bersama tmn2 ditemani rintikan hujan yg menyejukkan batin. ^__^

Hancur semua asa ini.
Berkeping - keping sejak ia renggut dari raga ini.
Ikhlas....mungkin bila ia sungguh menyayangiku.
Namun apa yang dapat kuraih?!!!!

Memang dosa mendustai jiwa.
Namun semampu mungkin berusaha menebusnya.
Walau penderitaan kian mendera.

Deru ombak yang kian menghantam.
Mengoyak kedamain jiwa.
Dan aku tak pantas mengibah kasihnya.
Tapi aku juga tak mampu mengenyahkannya.

Semoga langkah yang salah ini membuatku tegar.
Sebab didepan sana pasti akan ada
Badai yang siap mennghujamku.

Maaf bila diri ini telah khilaf.
Dibutakan buaian - buaian gelap.
Entah kapan diri ini dapat menatap sinarnya.
Sungguh mohon maafkan atas kecerobohanku.

Tuhan ampunilah hamba yang nista.
Turunkanlah mujizatMU Yang Maha Dahsyat.
Karena hanya itu yang kubutuhkan.
Semoga. Amin