Hampir 3 jam kami ngobrol, bukan tanpa arah namun lebih tepatnya saling membuka diri tanpa ada ke"jaim"an. Ya mungkin ini yg disebut hub secara dewasa kale yaa. Dan akhirnya aku bisa merasakan kenyamanan saat berdekatan dg seorang laki-laki. Dan kahirnya doi mengantarku kembali kerumah. Awalnya doi berencana bertemu dg ibuku & meminangku tapi ternyata ibu sedang gk dirumah. Mungkin Tuhan belum mengizinkan. Doi hanya bertemu dg ade-adeku.
Dimalam hari, doi mengirim sms "Sayang gk bisa "OL". Terwajah tersenyum ku membalasnya "Yaudh krmhku ja". Kukira doi gk mau ternyata responnya diluar dugaanku. Hanya butuh 1/2 jam, doi sampai dirumahku. Doi melarikan diri dari kongkow teman-temannya. Dan hari itu adl malam minggu pertamaku dg doi yg sekarang menjadi tunanganku. Ya walau belum bertemu dg ibuku, baru sebatas tunangan antara kami berdua. Ponakanku terkejut dg berita itu, "Ich auntie jahad. Ko tunangan gk undang-undang ak. Ughh."
Dan tengah malam pun tiba. Doi diharuskan pulang kerumah temannya. Tak kuduga, doi berjalan sepanjang 500mtr kale. Hehehe. Tapi hatinya senang karena pertemuan ini adlh awal rencana masa depan kami. Sesampainya doi dirumah teman, "Sayang, cuape sekali. Aku jalan tau. Bru dpt angkot di jalan bsr". Aku tersimpul malu, "Owh. Mav sayang". "Sayang, tmm2 ku pd marah krn ak pergi diem2. Skr mrka lg ngejek in ak". Hahaha. Aku merasa diistimewakan olehnya. Doi rela menemuiku walau sedang kongkow dg teman-temannya.
Keesokan harinya, doi kembali ke kotanya. Sebelum meninggalkan Jakarta, doi menyempatkan diri untuk menelponku. Tak banyak yg kami bicarakan, hanya obrolan ringan. Dan malamnya setelah sampai dirumahnya, doi menelponku kembali. Dan itu lumayan lama. Hingga akhirnya doi tertidur. Kumatikan telepon setelah aku yakin doi udah tidur. Dan akupun tertidur juga.
Tak terasa minggu berganti bulan. Hubungan kami kian erat, walau hanya sebatas hubungan via telepon. Dan kami menyadari bahwa hub ini harus dilandasi kejujuran & kepercayaan, bila kami ingin mewujudkan impian masa depan kami.
Disuatu malam, doi menelponku, hanya beberapa saat kemudian doi menyerahkan hp nya pada ibunya. Asli grogi boo. Secara aku berbicara dg calon ibu mertua. Hehehe. "Assalammua'alaikum bu. Gimana kabar ibu?", ujarku. "Wa'alaikum salam. Kabar baik. Kapan neng mau kerumah," tanya calon ibu mertua. "Ya bu, nanti kalo akang datang ke Jakarta & jemput aku," jawabku. "Yaudah, mau ngomong lagi dg akang?", tanya calon ibu mertuaku. "Ia bu. Makasih", sahutku. Huuuuuffffhhh. Ada sedikit kelegaan saat mendengar suara calon ibu mertua. Aura suaranya ramah dan seolah menerima kehadiranku. Keesokan harinya, doi bilang "Tempo hari ibu bilang, rencana kita bulan ke-4. Jadi di bulan ke-2, kita bulak-balik ja. Aku datang kerumahmu ketemu ibu dan kakak-kakakmu. Dan kamu datang kesini, ketemu ibu dan adikku." Aku terkejut mendengar penjelasannya, "Gak jadi akhir taon ini ya? Mangnya akang cerita apa ke ibu?". "Aku gk crita apa-apa. Ibu langsung ngomong gitu ja ko. Dan lagian sayang taon ini tinggal 1 bulan lho. Lagian 2 bulan ke depan, aku sibuk. Nanti bulan awal taon baru, baru ada waktu",ujarnya. Aku terima keputusannya walau sedikit terbersit kekecewaan. Aku pikir, mungkin itu jalan yg terbaik untuk rencana masa depan kami. Aku dan doi tak ingin gegabah untuk perencanaan masa depan yg hanya ingin dilakukan sekali dlm hidup.
Dan dilain kesempatan, akang juga menyodorkan hpnya ke adik nya. "Assalammua'laikum", ujarnya. "Wa'alaikum salam," jawabku. "Ini siapa?", tanya adiknya. "Kori", jawabku. Ughhh, lagi-lagi aku grogi. "Teteh belum tidur?", tanyanya. "Belum nweh. Belum ngantuk. Neng juga belum tidur?", tanyaku deg perasaan grogi. "Lagi kebanjiran orderan nweh. Coba rumah teteh deket. Bisa minta tolong," ujarnya. "Mangnya lagi bikin apa neng?", tanyaku lagi. "Lagi bikin aksesoris", jawabnya.
Hari-hari terasa berat. Kami saling memendam kerinduan karena sikon yg berjauhan. "Setiap titik peluh yg ranum disekujur tubuhku adlh rindu padamu & mlm bisikan mimpi indah ttg kita. Sayang love u mch. Bangunin akang 8 pagi ya muuaahh".
Dan disetiap hubungan ada kemungkinan terjadi pertengkaran. Begitu juga kami. Mungkin karena kami berjauhan dan perasaan kangen menyelimuti hati. "Maaf mungkin saatnya memang ta tpat, tpi ak bner-bner rindu kmu sayang. Lov u muaaachh".
Dan lagi, doi sedang sibuk-sibuknya. Banyak sekali pekerjaan yg butuh perhatiannya. Meski begitu atas permintaanku, doi masih menyempatkan diri untuk memperhatiakanku, walau sebentar. Yg penting aku bisa mendengarkan suara dlm sehari. Dan itu sedikitnya dapat mengobati rasa kangenku padanya. Tapi ternyata kerinduan itu kian mengelembung. Hehehe.
Huuufffhhhhh. Udh dl ya. Waktunya istirahat sambil menunggu pujaan hati menelpon.
Obrolan semalam, masih tergngiang-ngiang dlm benakku. Sungguh aneh, dlm hitungan jam, kami bisa sedekat itu. Mungkinkah krn, cara berpikir kami sejalan atau ada hal lain yg membuat kami betah ngobrol berjam-jam.
Di keesokan harinya, "Mlm kor magrib-an yuk", sapa sang akg. Aku jadi teringat dg mimpi-mimpiku, berjamah dg seseorg yg dekat dlm kehidupanku. Dulu, beberapa tahun yg lalu, aku bisa merasakan kebersamaan berjama'ah dg seseorg. Terasa sejuk sekali batin ini. Mencium tangan en merasakan keningku dikecupnya. Kukira dia adalah seseorg yg akan membawaku ke bahtera pernikahan. Ternyata dia hanyalah seorang buaya aer tawar, yg NB nya, gombal gitu lho. Dia hanya menggumbar nafsu semata. Dia hanya mengisi kekosongan hatinya, yg kala itu dia lagi goyah dg pernikahannya. Aku jadi bertanya-tanya sendiri, "apa iya sebuah rumahtangga selalu diwarnai saling "SLI" alias selingkuh boo?". Si laki-laki bilang, "Kalau pasanganku tdk "SLI. Tentunya aku juga tdk melakukan hal tsb. Dan lebih mengherankan lagi, si cewe nya juga bilang hal yg sama. Terus kalo semua orang berpikiran seperti itu, mau dibawa kemana biduk pernikahan itu?" "Halagh kenapa juga gue harus dipusingkan oleh urusan sang mantan. Bodo amad dia mau ngapain. Bukan urusan gue lagi kale".
Kian hari hubungan mayaku dg si akang kian dekat. Terlihat pula pengorbanan si akang dg mengirimkan aku pulsa. Memang seh nominalnya tdk seberapa, utk sebagian orang. Tapi menurutku, selama itu dilakukan dg keikhlasan, buatku Alhamdulillah.
En gak si akang yg melulu menelpon aku. Ya kadang aku juga menelpon akang. Secara pulsanya juga dari dozki. Hehehe.
Kadang aku suka meragukan akan ucapannya. Dozki sebenarnya gombal atau gak ya, "Sepertinya kerinduan ku milik mu dan kuharap untuk selamanya., selamat pagi cinta.."
"Semoga bukan mimpi keindahan ini, kalaupun hanya mimpi ku tak berniat untuk mengkhirinya."
Giliran aku bilang dozki gombal abizzz. Eh si akang, "Aa..Ah sayang pan akang gi serius, sambil nunggu kantuk"
Aku merasa aneh waktu si akang bilang "I love U" "Kerinduan itu selalu menyapa ktika hati jujur di rengkuh cinta..Selamat malam sayang". Saat itu aku sedang bersama seseorg, yg NB nya, kami hanya sebatas teman dekat saja. Dan aku tak membalas pesan singkatnya. Tiba-tiba terbersit dalam hati, "Kenapa ko sepertinya dozki lagi menyindirku," timbul perasaan bersalah dlm hati. Dan ak berjanji, sesampainya aku dirumah, aku harus menceritakan apa yg telah aku lakukan seharian bersama temanku itu", ujar batinku. Eh gak beberapa lama si akang kirim pesan singkat, "Neng, nope km yg lain brpa. Tlg mscl ke nope ini ya". Ada perasaan senang saat mengetahui dozki jeles walau si akang tdk mengakuinya. Buatku cukup karena perhatiannya, karena lagi, si akang tdk suka menggangu aktifitasku kala sedang bercengkrama dg duniaku. Hehehe. Ugh narsis dweh.
"Semoga perasaan ini benar adanya karena kuyakin cinta tak pernah salah. Met siang sayang". "Ketika badai menerpa dan angin memburai asa, masihkah biduk rindukubisa bersandar di dermaga cintamu? Sayang..." Entah mengapa, hatiku bergejolak hebat saat membaca pesan singkatnya. Aku sangat digrogoti oelh rasa ketakutan akan kisah masa lalu yg sangat tak ingin terulang kembali. Namun entah mengapa, pula, aku bisa begitu cepat mempercayai semua kata-katanya. Keyakinanku akan cintanya semakin kuat seiring berjalannya komunikasi kami, ya walau itu baru sebatas telepon en sms aja. Sungguh aku belum pernah merasakan getaran hati seperti yg aku rasakan dg si akang. Dan aku jadi teringat oleh kisah asmara sobatku , yg NB nya, hampir mirip dg yg aku alami sekarang. Sobatku itu, mengenal suaminya melalui dunia maya pula. Dan aku berpikir bahwa kadang jalannya jodoh mungkin bisa serupa. Hanya kondisinya yg membedakannya.
Udah dulu yaaa. Idenya udah mentok neh.
Emang susah ya punya dozki yg cuex. Kadang dozki romantis tapi gak jarang juga dozki jadi super duper cuex seolah dozki telah masuk dlm goa dan gak ada satupun manusia bisa mengganggunya. Hehehe. Beda banged dg cewe kan!? Sesibuk apapun, cewe selalu berusaha menyempatkan diri untuk memperhatikan pasangannya walau sekedar kirim pesan singkat. Kadang para lelaki bilang, kenapa seh para cewe sukanya kirim pesan singkat. Kenapa gak langsung telpon. Mungkin teman2 setuju kalo cewe tuh takut ganggu aktifitas para lelaki dg menelpon kala lelaki sedang kerja. Kalo kita telpon, ya ujung-ujungnya, "aduh adapa sayang. Aku lagi sibuk nweh". Beda bngd dg lelaki, kalo lagi sibuk, jangankan telpon, kirim pesan singkat aja, mana sempat. (ughh udah kek iklan ja ya);))
Tapi giliran kita, para cewe ngambek, sang lelaki bisa kelimpungan 7 keliling. Bertanya salahnya dimana? "Aduh please dweh". Bukan salah siapa2 juga seh, kalo kita sbg cewe suka ngambek, manja kek anak kecil karena emang udah kodratnya begitu kale. Tentunya teman2 tau ada survey yg bilang bahwa lelaki menggunakan 99% logika 1% perasaan. Itu sebabnya para lelaki berusaha tdk cengeng sdi depan semua orang meski masalahnya seberat apapun. Sedangkan cewe menggunakan 99% perasaan 1% logika. Kadang dg menangis, cewe merasa semua bebannya terangkat oleh air mata. Dan itu bukan air mata buaya lho walau tak dipungkiri ada beberapa cewe yg bisa lebih logis dlm menjalani hidup.
Susah juga kale, kalo cewe mandiri nanti disangkanya gak butuh pendamping tapi begitu cewenya manja, eh dibilang, "Kamu kok manja bngd seh. Kamu kan bisa mengerjakan sendiri". Giliran kita ngerjain sendiri, para lelaki tersinggung. Aduh please dweh. Hehehe.
Tapi biar gimanapun, aku patuh mensyukuri ni'mat yg Allah SWT berikan padaku saat ini dan insyaAllah akan terus mensyukuri ni'matNYA. Punya pasangan yg walau secuex apapun masih bisa tergugah hatinya kala aku udah manja. Dozki bisa kelimpungan. "Salting" istilah katanya. Dozki berusaha bikin aku tersenyum lagi. Ya walau ujung2 nya akan hadir petuah2 yg bikin aku menyadari kalo aku masih kek anak kecil. Hehehe. Eit jangan salah lho, seseorang yg berhasil masih menyimpan sifat kekanak2 an nya. (bukan maksud membela diri nweh. Hehehe) Coba dweh telaah ucapan aku itu. Hidup ini sudah terlalu rumit untuk selalu dibawa serius. Adakalanya kita perlu memunculkan sifat kekanak2 an. Biar suasana gak tegang gitu lho.
Emang kadang aku suka malu sendiri. "Gile gue udah kepala 3, kok masih aja suka manja". Sampai ada beberapa teman bilang, "Kor, kamu tuh kek anak SMA ya". Tapi gak jarang juga, ada beberapa teman2 bilang, "Kamu emang kek anak SMA. So what gitu lho. Udah kamu jadi diri kamu sendiri lha. Gak perlu kamu pusing in dg omongan orang lain. Kamu disukai orang lain, ya karena sifat kamu itu. Kekanak-kanakan kamu bisa menghibur teman-teman. Mereka bisa tersenyum melihat tingkahlaku kamu. Kalau kamu berubah berarti kamu gak jadi diri kamu sendiri dounk". Iya juga seh, omongan pembimbinganku benar adanya. Beliau belum pernah kopi darat dg aku tapi aku merasa beliau udah kek abangku sendiri yg gak pernah aku rasakan kedekatannya seperti beliau. Mz, makasih ya udah membimbing aku selama ini. Mz datang disaat yg telah Allah SWT rencanakan. Karena mz, aku bisa menatap dunia ini seceria mungkin walaupun kadang aku merasa kesepian dg kesendirian ini. Eh salah deng, sekarang kan aku udah punya pacar eh calon suami. Hehehe. Karena aku gak mo berpacaran lagi ach. Dosaku udah banyak. Ya walau aku pernah pacaran. Cukup sekali itu saja, aku memiliki pacar.
Di penghujung taon ini, aku ingin merubah jalan hidupku. Ya yg kata orang bilang, hidupku tidak terencana. "Hidup gaya suka-suka gue". Gak tau mo dibawa kemana arah hidupku. Kini, setelah aku menemukan tambatan hati, aku ingin membuat dozki bangga karena telah menemukan aku dlm hidupnya. Dan aku sedang berusaha menjadi perempuan dewasa. Tapi kok susah banged yaaaa. ^_^
Alhamdulillah visi dan misi aku dg si akang klop banged. Semoga kami berjodoh ya Allah. Amin.
Akang, aku sayang sama akang karena mujizat Illahi. Allah mengirim akang dlm kehidupanku karena Allah SWT telah menguji hidup sekian lama untuk tetap bertahan demi diriku, almarhum bapakku. Semoga bapakku tenang dialamNYA dan merasa bangga karena si mba telah menemukan jatidirinya. Memang benar, segala sesuatunya perlu diniatkan dlm hati. Bapak, di batu nisan mu, aku mohon doa restumu. Aku juga ingin melihat ibu bahagia melihat aku melangkah lebih jauh lagi. Lagi-lagi, aku merasa tak tega melihat ibuku sendir dimasa tuanya. InsyaAllah aku tatkan melupakan semua jasa dan pengorbanan kedua orangtuaku. "Ya Allah ampunilah dosa kedua orangtuaku. Berikanlah mereka tempat yg layak disisiMU, Ya Allah. Amin.
Akang, aku kangen sekali sama akang. Aku ingin sekali bertemu dg akang tapi kesibukan akang tak bisa dielakkan. Waktumu tersita oleh pekerjaan untuk modal masa depan kita. Semoga berhasil ya, kang. Jaga dirimu baik-baik. Do'aku selalu menyertaimu. Amin.
Eh tau gak, aku tuh kenal sama akang di dunia maya yg kata orang, "Kor, jangan percaya dg dunia maya. Semua kepalsuaan hadir disana". Namun aku percaya kok dg rencana Tuhan. "Cinta tak pernah bohong", itu yg sering diucapkan oleh akang tersayangku. Dulu aku tak percaya lho ada cinta untukku namun setelah aku kenal akang, aku baru percaya cinta itu indah. akang hadir saat aku sudah putus asa oleh hidup yg kian hari kian datang berbagai masalah dlm rmhku. Sampai teman-teman bilang, "Aduh kori, kok kamu selalu saja suntuk. Selalu saja ada masalah yg bermunculan. Terus kapan kamu merasa bahagianya". Hello, hidup memang penuh masalah kale. Kalo gak mo punya masalah, mati aja dweh. Weit, mati pun juga ada masalah lain kale. Kita harus mempertanggungjawabkan perbuatan kita di dunia. Ich ko jadi nglantur gini.
Oh iya, sebenarnya aku udah berteman dg si akang lama lho. Tapi kita gak pernah tegur sapa di dunia maya. Setiap aku OL, selalu saja aku menanti kapan dozki OL. Gak tau kenapa punya perasaan itu. Setiap aku lihat si akang OL, aku coba mengomentari statusnya. Tapi ya gitu dweh, si akang terlalu sibuk dg dunia kerjanya. Dozki OL hanya beberapa menit langsung OF LINE.
Dan entah gimana ceritanya, tiba-tiba si akang menyapaku di chating di wadah yg sama. Dozki juga merasa herman, "Kenapa gue negur dia ya?!" Saat kita udah lama bercuap-cuap di chating, aku nanya. "Kenapa mz mau negur ak?" Jawaban yg mengejutkanku, "Gak tau. Aku gak sadar ja, tiba-tiba ngklik nama kamu en penasaran juga. Ni cewe tapi kok poto profilnya burung elang. Pasti ni cewe tomboy abiz dweh". Hahaha, "ich c mz tau ja", batinku. Dan tau dweh akhirnya gimana, dozki ngaseh nope nya. Ya aku catat lha. Trus aku mulai tanya-tanya ngalur-ngidul. Pura-pura gitu dweh. Eh dozki ngomong, "nope kamu mana?" Spontan aku ngakak sendiri, "Oooo c mz minta nope aku juga. Bilang dounk dari tadi". Dozki langsung membalasnya, "Idih, di tungu in dari tadi kale". Dg senyuman di wajahku, aku kase nope ku, "Mau yg mana nweh. Ada CDMA. Ada GSM". Mungkin dozki sewot kale tu, "Yg mana ja. Asal aktif en kamu yg ikhlas ngase". Setelah aku kaseh nopeku, dozki bilang, "Yaudah aku mo of dlu ya. Nanti malam aku telpon". "Yakin tuh mz mo nelpon ak? Janji adl utang lho", balasku. "iya, insyaAllah kalo aku udah sampai rumah tak telpon".
Herannya, aku gak berharap dozki akan menelponku secepat itu. "Ach palingan juga kek cowo2 lain, gombal bo", ujar batinku. Gak beberapa lama dozki benaran lho nelpon. Hehehe.
"Assalammua'alaikum wrwb", salamnya. "Wa'alaikum salam. Mau bicara dg sapa ya", guyonku. "Santi ada, bu?", sahut dozki. "Ooo, kori nya udah tidur. Ini siapa ya", masih saja aku ngledek dozki. "Yaudah dweh, saya ngobrol aja sama ibunya", jawabnya sambil kek tersenyum gitu dweh. "Hai, kirain gak jadi telpon", aku mulai serius. "Ya kan aku udah bilang nnanti akan nelpon kamu", balasnya. Gak terasa kita udah ngobrol 1 jam. Dan ternyata dozki belum nyampe rumah. "Eh udah dulu ya. Nanti disambung lagi. Sekarang aku mo pulang dulu. Bolehkah aku nelpon kamu lagi, kalo kamu belum tidur en masih mau ngobrol sama aku", ujarnya. Hei, kori ditanya gitu, "Lawong kori mang doyan banged ngobrol". Sampai bapakku heran, "Mba, kamu kalo nelpon lama sekali. Ngobrol in apa ja seh".
Dozki belum sampai rumah aja udah kirim pesan singkat, "Wuih dingin". Aku balas smsnya, "Mangna mz udah mandi ya?". "Blum. Msh setengah jln", balasnya. Yaudah, aku gak balas lagi. Aku biarin aja hpku tergeletak di meja sudut kamarku. Gak beberapa lama, masuk sms lagi. "Aslm dah tdur san?". Aku balas, "Belum lha. Kan aku nunguu mz kale". "Yaudah, aku ke air dulu ya. Nanti aku telpon lagi", balasnya. Dan lagi-lagi, gak aku balas. Eit bukan aku pelid balas lho. Aku pikir, "yaudah lha. Biar in aja dozki mandi, makan. Aku gak mo gangu juga kale".
Selang beberapa menit, dozki telpon lagi. Dan ngobrol dweh. Gak terasa pulsa dozki abiz, "Kayaknya abis pulsa neng. Maaf ya met bobo ja inget jngan terlalu larut ya ok", pemberitahuan darinya setelah telpon tiba-tiba mati sendiri. Dan itu menunjukkan pukul 1 dini hari. "Gile udah pagi ja", batinku. Aku gak langsung tidur. Aku masih mengenang obrolan tadi. Sampai waktu adzan subuh berkumandang, aku melaksanakan sholat subuh. Setelah itu, aku pikir bisa tidur. Ternyata gak bisa juga. Yaudah aku melakukan tugas sbg inem.
Aduh cape juga. Cerita ngalur-ngidur. Udah dulu ya, besok tak sambung lagi cerita. Semoga teman-teman masih mau mengikuti kelanjutannya.
Sekarang aku mau mandi terus sholat ashar. Dadadadada.
Kan kutulis kisah baru bersamanya
Merangkai bait demi bait nada baru
Mengumpulkan buih demi buih 'tuk penyejuk batin
Apa aku mampu
Entahlah
Aku hanya dapat berusaha mengapai asa
Meniti langkah demi langkah menuju satu titik
Demi sebuah impian bersama
Apa mungkin terjadi
Tak tahulah
Aku hanya bisa berdoa
Memohon dg apa yg kutapaki
Akan semakin jelas arahnya
Demi kebahagian beliau
Kelak
InsyaAllah
Amin ya robbal alamin
Tak ada candatawa yg menghiasi wajahmu kala kita bertegursapa. Dan terlebih setelah "CLBK" mu. Bukan karena diriku merasa cemburu dg kehidupan sosialmu. Bukan juga karena ia telah hadir kembali dalam kehidupanmu. Tidak sadarkah ade kecilku, dirimu sedang dimanfaatkan olehnya. Tidak sadarkah ade kecilku, ia tidak sepenuhnya menyayangi dirimu.
Kamu menyukai yg dulu tidak kamu sukai dari seorang cewek. Kamu sudah jauh berubah meski aku tahu manusia butuh perubahan. Namun bukan perubahan seperti itu, de.
Mungkin aku tak sepantasnya menilainya seperti itu. Namun setelah dirimu bertemu kembali dg nya, kamu berubah 180 derajat. Aku seolah tidak mengenal ade kecilku. Seolah aku hidup dg orang asing. Kamu sering marah tanpa sebab. Kamu sudah tidak ramah lagi pada diriku.
Ya, aku tahu. Saat ini jiwa dan ragamu sedang mengalami guncangan yg berat setelah ayah meninggal dunia. Dirimu harus menanggung beban untuk keluarga ini karena kamu adalah seorang lelaki yg ada dirumah ini. Maafkan kakakmu yg tak mampu membantu menghidupi keluarga ini.
Ade kecilku, sangat berharap suatu hari nanti kamu akan menyadari sebelum semuanya terlambat. Aku sangat ingin melihat hidupmu bahagia namun bukan seperti yg sedang kamu lakukan saat ini. Kamu mengorbankan sesuatu yg belum sepatutnya dikorbankan.
Ade kecilku, cepatlah kamu kembali seperti dulu. Seseorang yg ramah, perhatian pada keluarga, dan menyempatkan waktu untuk bercerita serta saling tukar pendapat.
Ade kecilku, janganlah kamu terlalu lama membuaikan angan bersamanya meski dulu ia adalah cinta pertamamu. Namun kamu tahu dunia ini selalu berputar. Begitu juga ia. Ia pasti telah berubah. Mungkin saja ia sudah tidak seperti seseorang yg dulu kamu kenal.
Satu hal yg tidak perlu kamu ragukan dari diriku. Aku akan tetap menjadi kakakmu walau maut menjemput. Aku meyayangi dan juga mencintaimu tanpa pamrih. Karena dirimu adalah anugerah terindah yg Allah SWT berikan pada kehidupanku. Aku tidak ingin kehilangan dirimu hanya karena masalah percintaan sesaatmu dg dirinya. Aku berusaha menyakini diri bahwa suatu hari kamu akan kembali seperti sosok ade yg aku banggakan selama ini.
Aku akan selalu mendo'akan kebahagiaanmu. Mohon mavkan perkataanku yg mungkin tidak berkenan dlm hatimu, ade kecilku.
Selamat malam ade kecilku.
Mungkin hatiku menangis menyaksikan kebahagianmu.
Mungkin saja hatiku melontarkan kata-kata keji terhadapmu.
Namun semua itu hanya akan menambah perih hati ini.
Inilah jalan yang telah ditetapkan.
Ini derita yg harus aku lewati.
Dan inilah lika-liku kehidupan.
Seandai bisa memilih, aku lebih memilih tak pernah mau mengenal dia.
Seandai bisa merencanakan, aku lebih baik tak ingin dekat dg dia.
Dan seandai saja semua tak'kan terjadi, aku tak bisa melihat dunia dg bijak.
Wahai engkau yg berada di belahan dunia antah berantah, terima kasih.
Wahai dikau yg telah menoreh luka dihati ini, terima kasih.
Wahai dirimu yg telah bahagia bersama, terima kasih.
Semua yg tlh kau lakukan terhadap dunia kecilku,tak'kan bisa kubayar dg apapun.
Semua yg tlh kau korbankan utk membuat diriku bahagia,tak'kan bisa kuganti dg apapun.
& semua yg tlh kau berikan utk mewujudkan impianku,tak'kan bisa kulakukan sendiri.
Semoga dirimu benar2 dapat merasakan kebahagiaan seperti yg terucapkan kepadaku.
Semoga dirimu benar2 dapat selalu merasakan kedamaian seperti yg terlontarkan kepadaku.
Dan semoga kau benar2 dapat menghilang dari kehidupanku tanpa ada kabar berita.
Bukan karena aku pendengki.
Bukan karena aku tak mensyukuri.
Dan bukan pula karena aku picik.
Yg berlalu biarlah terkubur bersama waktu.
Yg kemarin biarlah tertimbun bersama debu.
Dan yg telah pergi biarlah tenang bersamaNYA.
Jangan pernah masa lalu kembali mengusik hari ini.
Jangan biarkan kenangan itu kembali menguak di esok hari.
Tolong jangan kembali dalam kehidupanku.
Tegursapa, candatawa mengisi kekosongan relung hati.
Sampai akhirnya kita saling membuka diri untuk sebuah jalinan yg lebih dari seorang teman.
Namun aku tak menduga jalinan ini membuat seseorang menjauhi kita.
Mungkinkah ia merasa kita mengacuhkannya.
Mungkinkah kita tidak bersikap adil terhadapnya.
Segala cara telah aku dan kau tempuh untuk memasuki relung hatinya.
Nawaitu yg baek ternyata tak disambut baek olehnya.
Aku dan kau telah kehabisan ide agar ia dapat memaafkan sesuatu yg tak gamblang.
Justru dg kejadian itu, kau dan aku kian erat.
Kawan,
Jika engkau singgah, mohon maafkan kami.
Jika hatimu terluka, mohon maafkan kami.
Sungguh kami tak bermaksud melukai hatimu.
Aku sungguh-sunguh memohon maaf darimu.
Aku sangat merindukan dirimu.
Semoga suatu hari nanti,kau dapat memaafkan segala kesalahanku.
Sebelum ajal menghampiri raga.
Aku bosan menerima perkataan mereka yg hanya menilai seseorang namun tak ingin dinilai.
Aku jengah mendengar tegursapa yg penuh kepalsuan.
Dunia sudah penuh kepalsuan dan tak ingin duniaku mengikutinya.
Aku ingin menciptakan dunia ini bersinar tanpa kepalsuan.
Meski mood aku tak selalu bersinar setiap saat.
Maafkan teman-teman OL ku d "Kori Fleur Santi"
Aku tak'kan pergi jauh.
Aku masih setia mengamati kalian dari kejauhan.
Hanya saja aku tidak aktif di tempat tersebut.
Bila saat nanti, aku pasti kembali.
Bila waktu sudah kembali membaik, aku akan menyapa kalian.
Aku mohon mengerti lha.
Hanya itu yg aku pinta pada teman-teman.
Jangan membenci atas keputusanku, aku hanya manusia tanpa daya melawan egoisme.
Jangan menjauh karena keputusanku, aku hanya tak ingin kalian merasa bosan dg kehadiranku yg menjenuhkan.
Dan jangan melupakan bahwa aku pernah hadir dalam kehidupan kalian.
Cerita yg pernah terjalin antara kita, 'kan terus aku jaga dan pupuk, insyaAllah.
Memori itu akan selalu kupelihara selama itu tak menyakitkan kalian.
I luv u 4 all my cyber best friend. ;))
Berkenankan bila aku memberikanmu telinga, lewati hari demi hari?
Bolehkah aku memasuki kehidupanmu, mengenalmu dalam suka dan duka?
Mungkinkah seseorang yg dapat kau percaya disetiap langkahmu itu aku?
Bisakah aku berharap suatu hari nati Qt berteman
Dan mengatakan "bagaimana khabarmu?"
Bila aku dibutakan oleh kasih sayang, mengapa tak dinikmati
Bila cintanya tak setulus perhatiannya, mengapa hati merasakan kedamaian
Namun mengapa masih saja banyak yg meragukan cintanya
Mengapa mereka kerapkali memaksaku meninggalkan cintanya
Hanya karena cinta ini masih dibayangi oleh cinta lain
Ikhtiar dan do'a adalah pedoman kehidupan
Setiap insan diberi kesempatan merubah jalannya
Mencari, menemukan dan merasakan kebahagiaan
Walau terkadang kebahagian yg kurasa terasa semu bagi
Walau mungkin kesenangan yg kujalani terasa sia2
Tetap kubertahan dan menyakini diri, aku ingin mencoba
Jikalau akhirnya aku kalah, bukan berarti aku pecundang
Jikalau nantinya aku patah hati, telah kunikmatinya per detik
Dan jikalau kehidupan ini memaksaku pergi meninggalkan cintanya
Semoga masih tersisa rasa cintaMU
Karena kebahagiaan milik bersama
Sebab keceriaan tercipta dari ikhtiar
Semua tak lahir begitu saja.
Kesedihan menusuk kalbu kala tak mampu memilih
Airmata membasahi seluruh wajah kala bimbang menghantam
Aku tak mau semua menjadi mimpi buruk
Aku tak mampu mengubah cinta ke kasih sayang
Aku tak ingin mereka mencela, memaki atau pun melukai hati
Debaran hati ini membuat sejuta makna terindah dlm kalbu
Mengukir sejuta khayalan indah
Bila mereka memaksa jiwa terbang menjauh, ku tak sanggup
Bila mereka menghina raga, kunikmati dg cintanya
Bila mereka menuntut ragapun, sanubari bersenandung
Dan bila mereka murka, aku 'kan pergi menjauh
Jangan salahkan perasaan ini atas logika
Jangan memaki perasaan ini atas sikap
Jangan mengatur perasaan ini atas kemauan
Dan tolong jangan memaksakan perasaan ini
Beri waktu untuk aku berpikir
Beri ruang untuk aku melangkah
Beri makna untuk aku berarti sesuatu
Dan tolong beri pilihan untuk aku menentukan hidup ini
Biarkanlah kunikmati perasaan ini walau nanti terasa getir.
Ia pernah bilang pada saia, "Bersahabat itu dalam suka n duka. Selalu menemani dalam segala suasana hati. Namun saat keadaan tidak bersahabat, ia seolah melupakan bahkan ia tak segan-segan meninggalkan saia seorang diri. Itu kah yg disebut sahabat !!!
Buat saia, bersahabat butuh pengorbanan. Tanpa memanfaatkan keadaan. Tanpa melihat status sosial. Memberi n menerima tanpa perhitungan. Sahabat itu sangat susah di dapat.
Beruntung lha bila kalian telah menemukan n memiliki sahabat sejati.
Dan saia juga merasakan keberuntungan itu walau ada saja yg memanfaatkan keadaan saia namun saia hanya bisa berdoa, "Semoga ia menyadari perlakuan yg telah ia perbuat pada diri saia dan kehidupan ini."
Sahabat saia, dimanapun kalian berada. Saia mensyukuri pertemuan kita, bagaimanapun hasilnya. Karena sahabat sejati memiliki telepati yg hadir karena kebersamaan, pengertian n kasih sayang.
Dan bagi yg mengaku sebagai sahabat saia namun ia tidak menyadari bahwa ia hanya hadir saat suka, bahagia dan melarikan diri kala kesedihan, kesusahan menghampiri. Maaf dirimu tak selayaknya mengatakan bahwa kau adalah sahabat saia. Karena, lagi-lagi, seorang sahabat tak pernah mengucapkan "Kita bersahabat". Kata itu tak perlu diucapkan namun dirasakan dalam hati.
Dan bersahabat tidak dihitung oleh usia, jarak. Semua itu tidak menghalangi seseorang untuk menjalin persahabatan.
Saat ini sahabat saia tidak berada didekat saia, tidak juga satu kota dg saia. Kami terpisah jarak n waktu. Satu kunci keberhasilan dari segala hubungan antar manusia adalah komunikasi n saling pengertian. Dan semampu saia n sahabat saia menjaga itu tetap terjalin walau kadang terhalang oleh kesibukan dunia.
Dan tak terasa kami telah merangkai cerita ini dalam tawa, tangis, sendiri. Banyak cerita luthu, gregetan, marah, rindu berbaur menjadi kenangan yg indah. Walau kini mereka telah memiliki pasangan hidup serta di karunia putra-i. Meski hingga kini, saia belum seperti sahabat saia namun saia tak putus asa karena sahabat-sahabat saia selalu memberikan dukungan di saat yg tak pernah saia duga.
Sahabat-sahabat saia, dimanapun kalian berada, saia sayang kalian. Mungkin kalian tak pernah mendengar kata itu terucap dari bibir ini. Saia tak ingin menjadi makhluk yg tidak bersyukur atas ni'matNya. Semoga persahabatan ini tetap terjaga kesuciannya. Dan ini bukan ikrar ataupun sumpah pocong. Ini hanya ungkapan saia kepada sahabat-sahabat saia.
Tetap lha menjadi sahabat saia, selamanya, hingga waktu berhenti berputar. Mohon maafkan segala kesalahan yg pernah saia perbuat pada kalian. Tak sengaja n sengaja. Karena kesempurnaan milikNYa.
I miss my best friends, wherever u r.
When u sent me a message, never dream u would be serious.
Even when we have chatt, never image u r amazed.
Distance make apart between us.
Culture make a different between us.
Even we r the same religion.
I do believe a fate of GOD.
I do believe there is a true lovein this world.
But I don't believe a men.
So many men broke my heart.
So many promises blow with the time.
And all the word never show up in reality.
I need a reason why should I give my heart 2 u.
I need a proof why should I believe in what u said.
Coz I'm so tried 2 cure the pain in my heart.
Not becoz I don't believe in fate.
Not also becoz I don't believe in true love.
But try to be realistis in a fantasy world.
So plz, I beg 2 u 2 understand of my thought.
Like u said fate will come if it's belong 2 us as long as we r fight it.
So plz, give a time 4 u and me 2 make sure that we r belong 2gether.
Lets GOD show the way during we work it out n pray 4 it.
Aku kehilangan Papi untuk selamanya
Hati jadi galau saat melepas jiwa Papi pergi
Benak terasa miris menatap raga terbaring kaku yang tak bergeming
Semua memori tentang Papi menari-nari dalam kehampaan jiwa
Dan hanya doa yang mampu kupanjatkan untuk meringankan kesedihan ini
Papi telah lebih dari 40 hari meninggalkan rumah ini
Tak'kan ada lagi celotehan, sendagurau yang dapat meramaikan ruangan ini
Tak mungkin lagi terlontar kritikan dari bibirnya
Tak'kan dapat lagi kumelihat kerutan senyuman di raut wajahnya yang kian menua
Semua telah lenyap dalam sekejap namun kenangan tentang Papi tetap bersemayam dalam benak
Papi semoga engkau dapat merasakan doa anak-anakmu ini
Saat ini kita berpisah namun aku berharap kelak
Kita semua dapat berkumpul kembali dalam dimensi Illahi
Papi mavkan bila selama engkau berada disisiku
Terlalu banyak kecerobohan yang memancing amarahmu
Dan kini aku telah menyadari betapa engkau amat menyayangi kami semua dari sudut pandangmu
Semoga Papi tenang disisiMU ya Allah
Ya Allah ampuni dosa Papiku....
Ampuni kami semua....
Amiiiinnnn....
Tak ada ketenangan dalam batin kala menyadari ia tak menyapaku
Dan aku tak mampu mengubah keputusannya
Walau keinginan itu menguasai benakku
Kangmaz adakah kau mengetahui bahwa malam ini...hari ini
Aku benar-benar tersiksa tanpa kehadiran suaramu
Ingin berontak dari keputusanmu
Namun aku tak ingin membuat dirimu lebih tersiksa oleh keegoisan
Kangmaz mungkinkah dirimu merindukan jiwaku
Apakah malam ini kau juga merasakan apa yang terlinta dalam benakku
Ataukah kau tertidur lelap dalam rangkulan gelapnya malam
Tuhan mengapa ini selalu terjadi pada kehidupanku
Tuhan apa yang aku lakukan agar jiwa tak terlalu berharap pada maya
Tuhan mohon berikanlah penerangan pada sanubari insanMU ini
Aku tak mampu mengenyahkan bayangan raut wajahnya
Tuhan izinkan insanMu ini menikmati kebahagiaan hingga akhir jaman
Berikanlah insanMU ini kesempatan untuk dapat merangkul raganya dalam kedamaian
Tanpa harus menoreh goresan kalbu
Tuhan yakinlah bahwa ia tercipta untuk kehidupan insanMU ini
Tuhan lelapkan jiwa ini hingga pagi nan cerah menyambut sang surya
Dan Tuhan bukakan sanubari insanMU ini untuk menerima segala keputusanMU
Semoga....
Dapatkah aku menyapa dirimu
Duhai lelaku pilihan Tuhan
Mungkinkah aku dapat merasakan kehangatan jiwamu
Merangkul ragamu sembari bersendagurau
Dimanakah engaku berada
Lelah mata ini mencari keberadaanmu
Lemah jiwa ini menunggu kehadiran dirimu
Apakah kau bahagia disana
Menyendiri atau telah bersama yang lain
Bila mampu, ingin menyusul ke tempat kau berpijak
ingin rasanya aku singgah dan menetap bersamamu
Merasakan kebahagian bersamamu
Dapatkah aku mengatakan kepadaku
Dimanakah kau selama ini?





