KoRi cartoon

SALAM HANGAT UTK KWN-2 YG MENGUNJUNG KoRi BLOGSPOT. ;-D

KATA-2 BIJAK ISLAMI:"Bolehkah aku memilih hidupku? Bahagia, senang dari kecil hingga dewasa. Tak ada duka nestapa & lara. Tak ada musuh, teka-teki & persoalan. KataMU, itu berarti tak ada warna". KUTIPAN DARI KAHLIL GIBRAN :"Anda mencintai dia bukan karena dia mencintai anda tapi karena anda memberi izin kepada diri anda untuk mencintainya". "Percayalah kepada ibumu, tidak rasa dendam sdikitpun dihati seorang ibu".

KoRi fav

KoRi  fav
LIFE

CURHAT Bag. 2


"Siang neng..", sambutan di pagi hari membuatku tersenyum simpul. "Ugh pagi yg menyenangkan. Andai aku dapat merasakannya setiap saat. Kori..kori", ujar batinku.

Obrolan semalam, masih tergngiang-ngiang dlm benakku. Sungguh aneh, dlm hitungan jam, kami bisa sedekat itu. Mungkinkah krn, cara berpikir kami sejalan atau ada hal lain yg membuat kami betah ngobrol berjam-jam.

Di keesokan harinya, "Mlm kor magrib-an yuk", sapa sang akg. Aku jadi teringat dg mimpi-mimpiku, berjamah dg seseorg yg dekat dlm kehidupanku. Dulu, beberapa tahun yg lalu, aku bisa merasakan kebersamaan berjama'ah dg seseorg. Terasa sejuk sekali batin ini. Mencium tangan en merasakan keningku dikecupnya. Kukira dia adalah seseorg yg akan membawaku ke bahtera pernikahan. Ternyata dia hanyalah seorang buaya aer tawar, yg NB nya, gombal gitu lho. Dia hanya menggumbar nafsu semata. Dia hanya mengisi kekosongan hatinya, yg kala itu dia lagi goyah dg pernikahannya. Aku jadi bertanya-tanya sendiri, "apa iya sebuah rumahtangga selalu diwarnai saling "SLI" alias selingkuh boo?". Si laki-laki bilang, "Kalau pasanganku tdk "SLI. Tentunya aku juga tdk melakukan hal tsb. Dan lebih mengherankan lagi, si cewe nya juga bilang hal yg sama. Terus kalo semua orang berpikiran seperti itu, mau dibawa kemana biduk pernikahan itu?" "Halagh kenapa juga gue harus dipusingkan oleh urusan sang mantan. Bodo amad dia mau ngapain. Bukan urusan gue lagi kale".


Kian hari hubungan mayaku dg si akang kian dekat. Terlihat pula pengorbanan si akang dg mengirimkan aku pulsa. Memang seh nominalnya tdk seberapa, utk sebagian orang. Tapi menurutku, selama itu dilakukan dg keikhlasan, buatku Alhamdulillah.

En gak si akang yg melulu menelpon aku. Ya kadang aku juga menelpon akang. Secara pulsanya juga dari dozki. Hehehe.

Kadang aku suka meragukan akan ucapannya. Dozki sebenarnya gombal atau gak ya, "Sepertinya kerinduan ku milik mu dan kuharap untuk selamanya., selamat pagi cinta.."
"Semoga bukan mimpi keindahan ini, kalaupun hanya mimpi ku tak berniat untuk mengkhirinya."
Giliran aku bilang dozki gombal abizzz. Eh si akang, "Aa..Ah sayang pan akang gi serius, sambil nunggu kantuk"

Aku merasa aneh waktu si akang bilang "I love U" "Kerinduan itu selalu menyapa ktika hati jujur di rengkuh cinta..Selamat malam sayang". Saat itu aku sedang bersama seseorg, yg NB nya, kami hanya sebatas teman dekat saja. Dan aku tak membalas pesan singkatnya. Tiba-tiba terbersit dalam hati, "Kenapa ko sepertinya dozki lagi menyindirku," timbul perasaan bersalah dlm hati. Dan ak berjanji, sesampainya aku dirumah, aku harus menceritakan apa yg telah aku lakukan seharian bersama temanku itu", ujar batinku. Eh gak beberapa lama si akang kirim pesan singkat, "Neng, nope km yg lain brpa. Tlg mscl ke nope ini ya". Ada perasaan senang saat mengetahui dozki jeles walau si akang tdk mengakuinya. Buatku cukup karena perhatiannya, karena lagi, si akang tdk suka menggangu aktifitasku kala sedang bercengkrama dg duniaku. Hehehe. Ugh narsis dweh.

"Semoga perasaan ini benar adanya karena kuyakin cinta tak pernah salah. Met siang sayang". "Ketika badai menerpa dan angin memburai asa, masihkah biduk rindukubisa bersandar di dermaga cintamu? Sayang..." Entah mengapa, hatiku bergejolak hebat saat membaca pesan singkatnya. Aku sangat digrogoti oelh rasa ketakutan akan kisah masa lalu yg sangat tak ingin terulang kembali. Namun entah mengapa, pula, aku bisa begitu cepat mempercayai semua kata-katanya. Keyakinanku akan cintanya semakin kuat seiring berjalannya komunikasi kami, ya walau itu baru sebatas telepon en sms aja. Sungguh aku belum pernah merasakan getaran hati seperti yg aku rasakan dg si akang. Dan aku jadi teringat oleh kisah asmara sobatku , yg NB nya, hampir mirip dg yg aku alami sekarang. Sobatku itu, mengenal suaminya melalui dunia maya pula. Dan aku berpikir bahwa kadang jalannya jodoh mungkin bisa serupa. Hanya kondisinya yg membedakannya.

Udah dulu yaaa. Idenya udah mentok neh.

0 Comments:

Post a Comment