Tegursapa, candatawa mengisi kekosongan relung hati.
Sampai akhirnya kita saling membuka diri untuk sebuah jalinan yg lebih dari seorang teman.
Namun aku tak menduga jalinan ini membuat seseorang menjauhi kita.
Mungkinkah ia merasa kita mengacuhkannya.
Mungkinkah kita tidak bersikap adil terhadapnya.
Segala cara telah aku dan kau tempuh untuk memasuki relung hatinya.
Nawaitu yg baek ternyata tak disambut baek olehnya.
Aku dan kau telah kehabisan ide agar ia dapat memaafkan sesuatu yg tak gamblang.
Justru dg kejadian itu, kau dan aku kian erat.
Kawan,
Jika engkau singgah, mohon maafkan kami.
Jika hatimu terluka, mohon maafkan kami.
Sungguh kami tak bermaksud melukai hatimu.
Aku sungguh-sunguh memohon maaf darimu.
Aku sangat merindukan dirimu.
Semoga suatu hari nanti,kau dapat memaafkan segala kesalahanku.
Sebelum ajal menghampiri raga.
2 Comments:
-
August 24, 2009 at 4:12 AM
cerita tentang kita nich hehe narsis.comAugust 28, 2009 at 8:13 PMHehe. Yar ja. Biz aku bingung mau cerita ke siapa. Ma seseorg itu, hub nya lg renggang. Ma dirimu, kamu udh tau cerita nya. Ya jd cuman tempat ini 11 na yg bs menampung isi hatiku tanpa dinilai oleh nya.





