KoRi cartoon

SALAM HANGAT UTK KWN-2 YG MENGUNJUNG KoRi BLOGSPOT. ;-D

KATA-2 BIJAK ISLAMI:"Bolehkah aku memilih hidupku? Bahagia, senang dari kecil hingga dewasa. Tak ada duka nestapa & lara. Tak ada musuh, teka-teki & persoalan. KataMU, itu berarti tak ada warna". KUTIPAN DARI KAHLIL GIBRAN :"Anda mencintai dia bukan karena dia mencintai anda tapi karena anda memberi izin kepada diri anda untuk mencintainya". "Percayalah kepada ibumu, tidak rasa dendam sdikitpun dihati seorang ibu".

KoRi fav

KoRi  fav
LIFE

DEPOK TEMPAT KUBERNAUNG

DEPOK JAMAN DAHULU.

Pertama kali saya menginjak kota ini seperti kota mati tapi ada penghuninya ;-) , ya walaupun usia saya waktu datang ke kota ini masih terbilang sangat kecil see ;-) tapi saya dapat merasakan kesunyian kota ini. Jarang ada orang mengenal kota ini, seakan-akan kota ini tak ada di peta :-D . Kota ini menyeramkan untuk dihuni. Terlebih lagi tersebar berita horor tentangnya, mungkin karena saking sepinya orang jadi takut untuk bermukim di kota ini. Dulu orang beranggapan kota ini terpencil, sepi, horor. Pokoke seperti nggak ada positif-positifnya dweh. ^__^.

Contohnya ditempat dimana saya dibesarkan, Pangkalan Jati. Dulu sepinya minta ampyuuun. Banyak tanah kosong walau sudah ada pemiliknya. Mereka rasanya enggan membangun sebuah rumah ditanah tersebut. Jalanan sepi dari hilir mudik kendaraan. Dulu belum ada trayek angkotan umum masuk ke daerah ini. Yang ada hanyalah becak dan andong. Saya suka sekali naik becak. Saya sekolah selalu diantar jemput dengan becak. Nggak seperti sekarang, mobil jemputan. Saking sepinya jalanan, becak2 dan andong jadi laris manis. Tak ada razia becak. Sayang anak jaman sekarang tidak merasakan nikmatnya naik becak. Dan lagi, polusi udara sangat minim sekali. Udaranya segar serasa tinggal di pedesaan. Jadi nggak perlu jauh-jauh ke puncak untuk menikmati sejuknya angin sepai-sepoi. Apalagi kalo malam tiba, suara jangkrik, kodok dan binatang malam. Suaranya laksana musik alam yang syahdu sekali. Maklum dweh, jaman dulu masih jarang ada hiburan. Dan agak menyeramkan bila keluar rumah saat malam tiba. Kota ini langsung sunyi, ya takut ada garongnya kale yee.:-D . Lagi pula mau kemana juga, lawong jaman dulu mah nggak ada tuu tempat hiburan seperti mall, cafe atau tempat hiburan untuk anak2 di daerah depok. Kalaupun ada harus ke Jakarta.

Dan nggak terasa saya telah tinggal di kota ini selama belasan tahun bersama keluarga. Namun sekarang saya sudah tidak menempati rumah tersebut lagi dikarenakan ada suatu hal yang aku rasa rumit untuk diperbincangkan. Sekarang aku tinggal di Jakarta Selatan dan ternyata masih dekat dengan Depok, secara tempat tinggalku perbatasan antara Jakarta dan Depok. Eh baru inget, dulu pun juga gitu lho. Tempat tinggalku perbatasan Jakarta dan Depok. Emang Depok nggak bisa pisah dari kehidupanku. ^__^

Tapi biar gimana pun kota ini tempat saya dibesarkan & saya semakin betah tinggal di kota ini karena kota ini semakin hari semakin menunjukkan kemajuan dalam berbagai bidang. Sudah banyak banget perubahan yang terlihat. Disetiap sudut kota, sudah banyak tempat hiburan seperti mall & cafe. Bahkan saking banyaknya bak kacang goreng. ;-) . Jadi sekarang kalo hanya mau sekedar window shopping nggak perlu pergi jauh dweh. Angkotan umum sudah banyak. Dan tak ketinggalan, perkantoran telah merambah di setiap sudut kota. Kampus2 pun jadi semakin banyak peminatnya. Telah banyak perumahan-perumahan juga, meramaikan suasana kota ini. Dari kelas menengah hingga kelas elit. Tinggal pilih aja yang sesuai dengan kantong. Jalanan juga udah bagus ya walau baru di sebagian wilayah see tapi lumayan lha dibanding jaman bahela. ^__^.

Hanya dalam kota yang maju pesat, pasti ada kendalanya dan pengorbanannya. Sekarang kota ini terlihat gersang dan kemacetan tak bisa dihindari. Terlebih di jam-jam orang berangkat kerja dan anak-anak sekolah. dan terminal kota ini seolah tak tertata dengan tertib walau letaknya berdekatan dengan kantor Polisi. Entah itu salah siapa. Yang pasti harus ada kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

Yang saya ingin sampaikan kepada pemerintah kota tercinta ini, perhatikan kesejahteraan rakyat kecil. Ya walau terkadang mereka mungkin menyusahkan tapi biar gimana pun mereka aset kota ini yg secara tidak langsung ikut peran serta memajukan kota tercinta ini. Terimakasih kota Depok.

0 Comments:

Post a Comment